Bos Bogasari Korban Air Asia Telah Dimakamkan

0

imageSURABAYA, Renus.
Hermanto Tanus, salah satu bos Bogasari yang menjadi korban pesawat nahas Air Asia QZ 8501 dimakamkan di area pemakaman Sentong Raya Lawang, Minggu pekan lalu.

Pria yang berdomisili di Perum Nirwana Eksekutif, Surabaya ini rencananya dimakamkan bersama dua anaknya, Nico Geovani (9) dan Justin Geovani (15), yang juga menjadi penumpang pesawat nahas tersebut dan sudah teridentifikasi.

Berdasarkan pantauan di lokasi pemakaman, petugas sudah menyiapkan tiga liang lahat yang sudah rapi dengan dinding semen. Sebuah tenda besar dan beberapa bangku juga sudah tersedia bagi keluarga yang turut menghantar jenasah mereka ke Malang ini.

Seorang petugas pemakaman Sentong Raya membenarkan jika tiga liang lahat disiapkan untuk pemakaman bapak-anak korban Air Asia itu. “Ini untuk keluarga korban pesawat yang kemarin, tapi kami belum tahu kapan jadwal mereka tiba ke sini,” ujar petugas yang tidak bersedia disebut namanya, Minggu.

Ia menambahkan area pemakaman itu baru dipesan setelah ada kabar penemuan jenazah korban Air Asia. Pembuatan liang lahat dan persiapan pemakaman bahkan baru disiapkan Sabtu pekan lalu setelah jadwal pemakaman ditentukan.

Sementara itu, Bupati Kotawaringin Barat, Ujang Iskandar mempunyai keinginan mendirikan monumen pesawat untuk mengenang tragedi kecelakaan pesawat Air Asia QZ8501 di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.

“Itu tergantung. Jadi, kalau itu misalnya nanti bangkai pesawat ini dibawa ke Kumai dan sudah diperiksa oleh KNKT dan kalau memang diberikan kepada Kotawaringin Barat ini, nanti Pangkalan Bun akan dibuatkan monumen kecelakaan Air Asia QZ8501,” kata Ujang di Lanud Iskandar, Pangkalan Bun, Sabtu lalu.

Pangkalan Bun menjadi salah satu bagian sorotan setelah pesawat Air Asia QZ8501 rute Surabaya dengan 162 orang jatuh di perairan Selat Karimata di wilayah tersebut. Landasan Udara Iskandar di Pangkalan Bun difungsikan sebagai Posko Pencarian. (R-01)

Reaksi Nusantara Edisi 25 Januari 2015